Sehabis tarawih tadi aku minum kopi. Keputusan yg agak nganu karena ternyata sengaruh itu. Jam 11 selepas tadarus udh niat tidur biar besok fresh, berakhir dengan setengah jam gelundang gelundung lalu buka tumblr. Selain karena kopi, sepertinya kepalaku sedang riuh.
Malam ini aku berpikir banyak dan menyadari sesuatu. Sesuatu yg sesungguhnya sudah kuyakini pula sejak lama. Bahwa hidup itu sawang sinawang. Malam ini menulis ini karena di kepala riuh dengan pesan-pesan curhatan dr teman-teman ttg masalah yg menimpa, juga setelah melihat story teman SMP yg bilang kalau masalahnya kini bikin dia pengen m a t i aja. Padahal dulu aku mengidolakannya, karena kecerdasannya. Karena cepat dan lekatnya ia dalam menghafal Al-Qur'an. Who knows, beberapa tahun kemudian dia depresi, menutup diri dr banyak hal, dan berjuang membenahi dirinya.
Satu curhatan dr temanku blm aku balas sejak kemarin. Kata dia, gapapa aku balas kapan saja, seluangnya. Tapi terlepas dr luang atau tidak, membaca ceritanya bikin aku termangu lama dan menanyakan banyak hal ttg hidup dn hal-hal yg berjalan bersamanya.
Urip iki sawang sinawang. Kita ngga tau seberapa dalam luka yang disembunyikan oleh seseorang yg nampaknya senyum tak pernah luntur dari wajahnya. Kita ngga akan tau seberapa besar trauma yang sedang dipulihkan oleh seseorang yang rasanya sakinah mawadah warahmah selalu. Kita ngga akan pernah benar-benar tau bagaimana seseorang sedang berjuang untuk menyalakan lilin hidupnya supaya tetap terjaga. Setidaknya, mencari alasan untuk tetap hidup. We never know.
Dari sini, rasanya ngga pantas utk membatin dan komentarin kehidupan seseorang bagaimanapun kelihatannya. Iya, karena kita ngga pernah benar-benar tau. Bahkan terkadang pada sahabat karib kita sendiri.
Bagi sebagian orang, hidup ini sederhana (bersyukurlah yg merasa demikian). Untuk sebagian lainnya, hidup ini teramat sangat kompleks. Semoga Allah selalu lapangkan hati kita, ya. Untuk memiliki penerimaan yg luas terhadap hidup ini :')
Lekaslah pulih, batin yang terluka. Lekaslah menggelora, lilin kehidupan yang hampir redup itu. May this month heal our soul.